Seputar Wonosobo

A+ A A-

36 PNS Terima SK Pensiun

                Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 36 Pegawai Negeri Sipil (PNS) memasuki usia pensiunpada periode 1 Maret-1 Juli 2017 di Pendopo Bupati, Rabu (22/2). Ke-36 PNS tersebut  terdiri dari 5 orang pejabat struktural, 24 orang pejabat fungsional tertentu (JFTPendidik), dan 7 orang Pejabat Fungsional Umum..

Kepada para PNS purna, Bupati berpesan, agar masa pensiun yang akan dijalani diterima sebagai tahapan kehidupan selanjutnya. Pensiun, menurut Eko juga selayaknya menjadi kebanggaan tersendiri, karena PNS yang mampu mencapai purna tugas adalah PNS yang baik, serta telah mampu menyelesaikan amanah tugas hingga tuntas. Bagi sebagian pihak yang beranggapan bahwa pensiun itu menakutkan dan bahkan menjadi sindrom, Bupati berharap agar hal itu tak terjadi pada 36 PNS yang hari itu menerima SK pensiun.PNS purna tugas semestinya mempersiapkan segala sesuatu dalam menghadapi masa-masa pensiunnya, baik dari sisi kesehatan, mental, psikologis, serta ekonomi, sehingga purna tugas dapat dijadikan sebagai momentum untuk menciptakan aktifitas yang bermanfaat,” tandasnya. Secara tegas, Eko juga menyebut bahwa masyarakat, bangsa dan negara ini masih memerlukan kontribusi dan tenaga mereka, untuk tetap berperan dalam kehidupan nyata, melalui kegiatan-kegiatan positif.

PNS yang memasuki usia pensiun jangan berhenti berkiprah dan tetap mengabdi kepada masyarakat dan Negara, serta lakukanlah aktifitas-aktifitas yang bermanfaat, sekaligus menjadikan purna tugas sebagai jalan menuju kesuksesan kedua,” pungkas Bupati.

Sementara, Sekretaris BKD Kabupaten Wonosobo, Maria Susiawati, menyebut bahwa acara penyerahan SK ini sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terimakasih dari Pemkab Wonosobo, kepada para PNS yang memasuki usia pension.Meski berlangsung secara sederhana, Maria menegaskan bahwa hal itu menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam hal pemberian layanan penatausahaan kepegawaian serta sebagai wujud tranparansi dari pemerintah.

 

(Kontributor Humas Pemkab-Fajar Susanto)

12 Kelompok BK TKI Dilatih Gunakan Komputer

Pemerintah Kabupaten Wonosobo semakin serius dalam membina para mantan buruh migran. Setidaknya, hal itu terlihat ketika sejumlah perempuan dari 12 kelompok Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (BK-TKI) mengikuti pelatihan komputer dasar,  yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PP PA) di Gedung Wanita, Rabu (22/2).

 

Kesenian Bundengan Kian Eksis. Tarik Minat Wisatawan Asing, Didorong Jadi Media Pembentukan Karakter

Bundengan atau dikenal juga dengan Koangan, seni musik unik khas Wonosobo kian menarik banyak kalangan. Kesenian yang mengandalkan sebuah alat musik berbentuk seperti serangga sawah tersebut, bahkan mampu membuat sejumlah wisatawan asal Australia berminat untuk melakukan penelitian lebih mendalam. Mulyani, seniwati yang juga guru tari di SMP 2 Selomerto  mengungkap perihal adanya minat turis asing asal Australia tersebut, seusai bertemu dengan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo, Bambang Sutejo, Selasa (21/2).

Aksi Lintas Komunitas Bangkitkan Kembali Kejayaan Kopi Slukatan, Tanam 5.000 Bibit Di Lereng Bismo, Didukung Penuh Warga Desa

Kopi slukatan, dengan rasa dan aromanya yang sangat khas, pernah sangat berjaya lebih dari satu dekade silam. Seiring waktu, kejayaan itu memudar dan bahkan kini tinggal kenangan semata. Kini, selaras dengan kian meningkatnya minat masyarakat terhadap minuman berkafein itu, keinginan untuk membangkitkan kembali kejayaan kopi Slukatan pun tumbuh. Hal itu terlihat ketika pada Senin (13/2) sore, sejumlah komunitas bahu-membahu menanam tak kurang dari 5.000 bibit tanaman kopi di kawasan lereng Gunung Bismo Petak Tiga, Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah.

Keseriusan Pemkab Jadi Kunci Geopark Dieng

Keseriusan pemerintah daerah, dalam rangka mewujudkan dataran tinggi Dieng sebagai Taman Bumi, atau Geopark kelas Dunia benar-benar dinanti. Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial menegaskan hal tersebut sesuai menjadi salah satu pembicara kunci dalam acara focus group discussions (FGD) perihal Geopark Dieng, bersama beberapa pakar Geologi dari Unpad Bandung dan sekitar 80 perwakilan Pokdarwis serta unsur tokoh masyarakat Dieng, di Gedung Suharto-Whitlam, Jumat (10/2). Menurut Ego, kunci untuk mewujudkan Dieng sebagai Geopark memang ada di Pemkab, khususnya dua Pemerintah Kabupaten, yaitu Wonosobo dan Banjarnegara, sebagai pemangku sebagian besar kawasan yang dikenal sebagai Negeri di Awan itu.

Subscribe to this RSS feed

Log in or create an account


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659