Seputar Wonosobo

A+ A A-

Masyarakat Diminta Tak Ragu Laporkan Siaran Tak Bermutu

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah meminta agar kelompok masyarakat pemantau (KMP) di Kabupaten Wonosobo lebih aktif memantau tayangan televisi maupun siaran radio, yang selama ini tidak bisa dipantau di kantor KPID. Permintaan tersebut disampaikan Setiawan Hendra Kelana, Koordinator Bidang Pelayanan Perijinan KPID  Jawa Tengah saat memberikan pembekalan kepada KMP Kabupaten Wonosobo, di ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika, Rabu (12/4). Adanya beragam jenis konten dalam siaran, baik dari televisi maupun radio diakui Hendra membutuhkan pemantauan secara lebih intensif. “Kami di KPID hanya bisa memantau selama 24 jam siaran radio maupun televisi yang bisa terjangkau di Semarang, sedangkan yang berada di daerah, seperti Wonosobo ini masyarakat kami harapkan bisa turut membantu aktif dalam pemantauan,” ucap Hendra.

18 OPD Belum Memiliki Website

Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus mendorong terwujudnya keterbukaan Informasi publik. Salah satu langkahnya adalah dengan secara serius meminta organisasi perangkat daerah untuk membuka website, alias situs jejaring berbasis internet, sebagai media informasi bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat, ketika pada Selasa (11/5), lebih dari 40 pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) OPD maupun Kecamatan hadir dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Wonosobo.

FK METRA Wonosobo Terbentuk, Anak Muda Dominasi Kepengurusan

Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Wonosobo terbentuk. Tak kurang dari 18 orang duduk dalam kepengurusan lembaga sosial yang dibentuk sebagai upaya melancarkan sosialisasi program-program pemerintah melalui media tradisional tersebut. Budayawan senior Wonosobo,  Suharno yang selama ini dikenal aktif dalam organisasi Persaudaraan Masyarakat Budaya Indonesia (Permadani) dipilih sebagai Ketua, didampingi seniman Wayang Kulit sekaligus Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo, Bambang Sutejo selaku Sekretaris.

Kurangi Biaya Rumah Tangga, Papeling Mulai Tanam Sayuran Di Pot Daur Ulang

Rilis Berita Diskominfo

 

Gerakan tanam (Gertam) Cabe yang digaungkan secara Nasional mulai merambah Kabupaten Wonosobo. Sejumlah pihak pun mulai bergiat memanfaatkan lahan di sekitar rumah mereka untuk ditanami cabe. Hal itu tak lepas dari imbauan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang belum lama ini menyebut kesadaran warga untuk menanam cabe di pekarangan rumah, mampu menghemat belanja rumah tangga mencapai 600 Triliyun Rupiah pertahun secara Nasional. Salah satu komunitas yang kini berupaya keras untuk menumbuhkan kesadaran warga masyarakat Wonosobo akan pentingnya memanfaatkan lahan di sekitar rumah mereka adalah ASRI Wonosobo. Salah satu langkah nyata mereka itu terlihat di Kelurahan Kejiwan,belum lama ini.

 Mengajak tak kurang dari 50 pengurus dari 22 bank sampah yang tergabung dalam Papeling (Paguyuban Penggiat Lingkungan) ASRI Wonosobo, komunitas tersebut memulai gerakan dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai pot untuk media tanam. “Kami berusaha memanfaatkan benda-benda yang sudah tidak berguna, seperti plastik untuk polybag atau botol dan ember bekas untuk pot,” jelas Astuti Farida, Ketua ASRI Wonosobo ketika ditemui di sela acara silaturahmi Papeling di Balai RW Kejiwan. Para pengurus komunitas ASRI, menurutnya juga sepakat untuk menggunakan dana kas organisasi demi membeli bibit jenis cabe dan sayuran lainnya. Nantinya, setiap bank sampah menurut Astuti akan menerima 20 polybag benih sayuran siap tanam untuk bisa ditanam di sekitar lingkungan masing-masing. Tak cukup sampai di situ, setiap penerima bantuan bibit tersebut, menurut Astuti juga akan dinilai keberhasilannya. “Kelak setelah 4 bulan penanaman, kami akan menilai sejauh mana mereka menerapkan ilmu yang diperoleh, dengan melihat keberhasilan penanaman di tempat masing-masing,” lanjut Astuti.

 Menanam cabe maupun jenis sayuran lain di sekitar rumah warga, menurut Astuti banyak sekali manfaatnya. Selain lebih terjamin kebersihannya, menanam sayur mayur yang merupakan kebutuhan pokok keluarga juga akan berimbas positif pada perekonomian setiap rumah tangga. “Setidaknya mereka tak lagi mengeluarkan biaya terlalu besar untuk memenuhi kebutuhan sayur setiap harinya,” tegas perempuan yang memiliki hobi bercocok tanam itu. Pihaknya juga sangat berharap, gerakan menanam sayur di lingkungan rumah tersebut akan bisa meluas hingga ke seluruh wilayah Wonosobo, sehingga tujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga lebih cepat tercapai.

 

(Danang Hari Purnomo – Staff  Dinas Kominfo Wonosobo)

 

 

Subscribe to this RSS feed

Log in or create an account


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659